Selain di Kabupaten Samosir, Toba Samosir, dan Humbang Hasundutan, Koran Toba juga telah dijual di kios koran di Pematangsiantar dan Parapat. Berlangganan, SMS ke bagian pemasaran 08116111785

Aturan tilang yang baru

Taatilah rambu lalu lintas dan aturan berkendara jika tak ingin ditilang dengan denda Rp100 ribu sampai Rp1 juta. Lampu sepeda motor wajib dinyalakan siang hari. Pakai ponsel saat mengemudi ditilang maksimal Rp750 ribu.

Agar masyarakat lebih paham seluk-beluk bukti pelanggaran lalu lintas (tilang) yang dikenakan Polri kepada pengguna jalan raya, Koran Toba mewawancarai Iptu Lalu Musti Ali, pejabat sementara (Pjs) Kasatlantas dan KBO Satreskrim Polres Samosir, Januari 2013, di markas Polres Samosir di Pangururan. Ia mengatakan, dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, aturan berlalu lintas semakin ketat dan denda tilang pun makin besar.

"Menurut Undang-Undang Nomor 22, pengendara sepeda motor wajib menyalakan lampu utama motornya pada siang hari. Jadi, bukan lagi hanya malam hari," kata Iptu Lalu, lulusan terbaik kedua Akademi Kepolisian tahun 2010.

Katanya, tilang terbanyak di Kabupaten Samosir adalah kasus pengendara yang tidak punya surat izin mengemudi (SIM). Pelanggarnya, menurut UU, didenda maksimal Rp1 juta. Tapi, Polres Samosir masih berbaik hati untuk memperingatkan pengendara. "Petugas Satlantas sering hanya mengingatkan pengendara yang tidak pakai helm standar atau SIM. Tapi, kalau kemudian dia masih melanggar, kita pasti tilang," kata Iptu Lalu.

Slip merah atau biru?

Ditanya Koran Toba apakah sebaiknya seorang tertilang meminta slip tilang berwarna merah ataukah biru dari polisi yang menilang, Iptu Lalu Musti Ali mengatakan, hal itu terserah kepada si tertilang. Dengan slip biru, berarti ia mengakui kesalahannya, tidak perlu mengikuti sidang, cukup membayar denda ke bank yang ditunjuk, biasanya BRI, dan kemudian datang ke Polres Samosir untuk mengambil SIM atau STNK yang disita petugas darinya. Bila memilih slip merah, ia menyangkal pelanggarannya dan bersedia disidang di pengadilan.

Proses sidang biasanya berlangsung singkat, hanya dalam hitungan menit. Dari banyak perkara tilang di Pengadilan Negeri Balige, contohnya, sering hakim hanya mengenakan denda yang lebih kecil dari ketentuan UU. Besar denda memang tergantung kepada hakim, yang akan dituliskannya pada surat tilang si pelanggar, dan langsung dibayarkan si tertilang kepada petugas di pengadilan.

Menjawab pertanyaan Koran Toba siapa saja polisi yang berhak menilang, "Anggota Lantas, termasuk yang bertugas di polsek-polsek," kata Iptu Lalu Musti Ali. Jika petugas melakukan razia di jalan raya, mereka harus memiliki surat perintah tertulis dari kapolres.

Menurut Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009, pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm standar dihukum membayar denda paling banyak Rp250 ribu. Jumlah ini bisa menjadi hanya Rp80 ribu, misalnya, bila hakim memutuskan demikian. Tidak menyalakan lampu utama motor pada siang hari didenda maksimal Rp100 ribu. Jika sepeda motor tidak memenuhi persyaratan teknis laik jalan, seperti kaca spion, klakson, lampu penunjuk arah, knalpot, atau kedalaman alur ban, pemilik motor ditilang maksimal Rp250 ribu. Pengemudi mobil dan motor yang tidak memberikan isyarat saat hendak berbelok dengan tangannya atau lampu ditilang maksimal Rp250 ribu. Melakukan kegiatan lain saat mengemudi, seperti bertelepon, didenda paling banyak Rp750 ribu. Tidak membawa SIM, maksimal denda Rp250 ribu. Tidak punya SIM, ditilang paling banyak Rp1 juta. Kendaraan yang tidak dilengkapi STNK, maksimal denda Rp500 ribu.

Pesan Koran Toba untuk pengemudi sepeda motor: pakailah selalu helm standar, kencangkan tali pengikatnya di dagu, dan hidupkan lampu pada siang hari. Bila anda melihat polisi berseragam mengendarai sepeda motor tanpa helm, ambil fotonya dan sampaikan kepada kami untuk diberitakan. [www.korantoba.com]

8 komentar:

  1. ATURAN APA PUN YANG DIBUAT OLEH POLISI KITA SAMA MEREKA SAJA ITU YANG BENAR KALAU SAMA RAKYAT TIDAK ADA YANG BENAR. BIASANYA KALAU POLISI PERIKSA PENGENDARA SEMUA LENGKAP yANG "NAKAL" BIASANYA MENCARI KESALAHAN YANG TIDAK MASUK AKAL LALU TILANG ATAU DAMAI DI TEMPAT. JARANG POLISI MEMBERIKAN PEMBELAJARAN SAMA RAKYAT AGAR TERTIB BERLALU LINTAS. POKOKNYA SAMA POLISI SEGALA ATURAN YANG DITERAPKAN SAMA MASYARAKAT IDENTIK DENGAN HEPENG

    BalasHapus
  2. Bener tuhhh... Saya prnah ditilang dengan Alasan motornya di tutup sticker... Padahal it kan gak permanrennn... Yg bikin heran lagi STNK,SIM & MOTOR a mau di sita kalau tidak membayar minimal Rp100.000,- kpd polisi itu, karna saya lg dalam tugas mau gk mau ya bayar denda... Dri pada mtor a di tahan...

    BalasHapus
  3. sbenernya aturan denda terlalu berlebihan,, bikin sim aja kurang lbih 200rb,, msak kena tilangnya ampe 1 jt,, mending bikin sim baru aja lgi,, bsa dpet 5 tu . . .
    . pagi" plg dri pasar beli krupuk ktemu polis,, trus hrus,,blom mandi bau asem smua, 2rbu d kantong uang kembalian bli krupuk .. .. msak msak mau d mintain 1 jta .. .. .. trus motornya .. motor minjem punya tetangga,, wah .. .. apes bget donk brarti..

    BalasHapus
  4. Ane pernah di tilang cuman gara2 spion gak original dari dealer.
    Sodara ane ditilang alasannya tutup pentil gak original dari dealer katanya bisa bikin ban bocor.. Lalu minta duit 50 ribu gan

    BalasHapus
  5. itulah POLANTAS....jd rusak namanya gara-gara cecunguknya yg mempermainkan aturan...bgt jg yg menandatangani peraturan lalulintas, gk tersinggung tu di mainin sama bawahannya..harus tegas dong....jgn hanya kpd masyarakat baru tegas, tp sama anggota sendiri melempem..

    BalasHapus
  6. Pengandilan negri banjar negara menitipkan uang hasil tilang Kepada negara sebesar 1000,00 ...nah duit yang lainya kemana..padahal bayarnya 55000,,,,,????

    BalasHapus
  7. Polisi Itu maling, seperti lintah atau benalu dalam induk semangnya, kita yang pernah kena tilang pasti dikasih dua pilihan ditilang atau sidang diwakilkan, kalo ditilang dilanjut ke pengadilan, kalo sidang diwakilkan biaya 50 ribu GAK PAKE NAWAR!
    lebih heran lagi, ketika sidang diwakilkan semua pelanggar lalin baik ringan atau berat kasusnya tarifnya sama 50 ribu gak pake nawar, ini yang membuat masyarakat antipati terhadap aparat yang namanya polisi, saya pribadi lebih suka TNI dari pada polisi, karena TNI lebih bisa diandalkan daripada polisi

    BalasHapus
  8. Kena tilang gara2 lupa nyalakan lampu besar di siang hari. Gmana jika saya menemui/menemukan polisi pengendara motor tnpa menyalakan lampu besar...? Di foto, atw lapor...!! Ngk bakal sempet, lagian apa bisa adil mereka menindak anggota sendiri..

    BalasHapus

Komentar pembaca bukan tanggung jawab redaksi Koran Toba. Tulislah komentar yang terkait dengan isi berita dan berbahasa santun.

Jika ada berita di situs ini yang tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik atau Pedoman Pemberitaan Media Siber, silakan sampaikan ke Dewan Pers (www.dewanpers.or.id/page/pengaduan/formulir/).

PERHATIAN: adakalanya berita yang terbit di situs KoranToba.com hanya berupa ringkasan/kutipan dari Koran Toba edisi cetak. Jadi, sebaiknya anda lebih dulu membaca berita versi cetak secara lengkap.