Selain di Kabupaten Samosir, Toba Samosir, dan Humbang Hasundutan, Koran Toba juga telah dijual di kios koran di Pematangsiantar dan Parapat. Berlangganan, SMS ke bagian pemasaran 08116111785

Gara-gara Mei Hwa

Mei Hwa, mantan pacar Ketua DPRD Samosir, Tongam Sitinjak. Foto: Hayun Gultom

HAYUN GULTOM - KORAN TOBA

Sebenarnya, dua bulan sebelum pernikahan Ketua DPRD Samosir, Tongam Sitinjak, dengan Mercy Tamba sudah mencuat kabar tentang niat perempuan Tionghoa bernama Mei Hwa Magdalena, pacar Tongam sebelum Mercy, untuk menggagalkan pernikahan Tongam.

Pada 18 September 2012 surat Mei Hwa sudah sampai ke Badan Kehormatan DPRD Kabupaten Samosir yang dikirim melalui pos. Mei Hwa menuntut pertanggungjawaban atas hubungannya dengan Tongam Sitinjak. Karena dikirim melalui pos, BK DPRD tidak dapat langsung menindaklanjuti surat tersebut, dan menunggu agar yang bersangkutan datang langsung ke kantor DPRD Samosir.

Pada 20 Oktober 2012, Tongam dan Mercy melangsungkan acara pranikah (martumpol) di HKBP Tampubolon, Balige, Toba Samosir. Tongam bersama rombongan keluarga berangkat pagi hari dari Samosir menuju Balige melalui jalur Tele. Bupati Samosir, Mangindar Simbolon, suami dari kakak kandung Tongam Sitinjak, turut hadir serta ikut "marhobas" pada acara itu layaknya sebagai boru dalam pesta adat Batak.

Kabar tentang "partumpolan" dan tanggal pesta pernikahan Tongam dan Mercy sampai kepada Mei Hwa. Selanjutnya Mei Hwa menyurati gereja-gereja melalui Persatuan Gereja Indonesia, meminta agar tidak menerima Tongam dan Mercy diberkati di gereja dengan alasan ia masih memiliki hubungan dengan Tongam yang belum diselesaikan. Dalam acara partumpolan itu diumumkan, pesta pernikahan Tongam dan Mercy akan dilangsungkan 3 November 2012.

Satu hari sebelum hari "H" pernikahan, Mei Hwa sudah berada di Samosir. Dia datang dikawal polisi. Lalu pada hari "H", dia sudah lebih dulu datang ke Gereja HKBP Pangururan Kota. Sekitar pukul 07.00, Mei Hwa sudah berada di rumah pendeta yang berada di belakang gereja. Dia meminta pemberkatan nikah dibatalkan.

Hari itu, Sabtu, 3 November 2012, waktu sudah menunjukkan pukul 12.30, pemberkatan pernikahan belum juga dimulai di Gereja HKBP Pangururan Kota. Ruas-ruas jalan sekitar Tajur, Pangururan, dihiasi papan bunga dari, termasuk dari pejabat kabupaten tetangga. Ratusan warga sudah datang ke acara pesta. Kursi-kursi di dalam gereja sudah diduduki jemaat. Halaman rumah dinas Ketua DPRD yang ditempati Tongam Sitinjak, yang bersebelahan dengan gereja, sudah dipadati undangan. Musik pun dilantunkan mengisi kekosongan acara. Tamu-tamu terhormat duduk di VIP di halaman rumah dinas Bupati Samosir.

Pendeta HKBP tidak mau melangsungkan pemberkatan nikah karena sejak pagi Mei Hwa sudah berada di rumah pendeta. Jika tetap dilangsungkan, Mei Hwa akan protes di dalam gereja. Sejak pukul 09.00 keluarga Tongam silih berganti datang ke rumah pendeta, termasuk beberapa pejabat Pemkab Samosir, untuk membujuk Mei Hwa agar mengurungkan niatnya, supaya pernikahan bisa dilangsungkan.

Menjelang pukul 13.00, di tengah hujan deras, pengantin dibawa ke rumah keluarga marga Tamba di Pintu Sona, sekitar 1,5 km jauhnya. Di rumah itulah Tongam dan Mercy diberkati secara Kristen oleh Guru Injil Ualu Pasaribu. Selanjutnya acara pesta pun dimulai di halaman rumah dinas Tongam Sitinjak.

Walau pesta berlangsung meriah, namun sejumlah warga mulai memperbincangkan tentang pemberkatan pernikahan Tongam yang tidak berlangsung dalam gereja. Sampai akhirnya, warga berencana untuk mendemo Tongam Sitinjak sebagai Ketua DPRD supaya turun dari jabatan. Ia dianggap telah melanggar hukum adat dan agama. [www.korantoba.com]

Berita selengkapnya pada enam halaman penuh Liputan Khusus di edisi cetak Koran Toba.

0 komentar:

Poskan Komentar

Komentar pembaca bukan tanggung jawab redaksi Koran Toba. Tulislah komentar yang terkait dengan isi berita dan berbahasa santun.

Jika ada berita di situs ini yang tidak sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik atau Pedoman Pemberitaan Media Siber, silakan sampaikan ke Dewan Pers (www.dewanpers.or.id/page/pengaduan/formulir/).

PERHATIAN: adakalanya berita yang terbit di situs KoranToba.com hanya berupa ringkasan/kutipan dari Koran Toba edisi cetak. Jadi, sebaiknya anda lebih dulu membaca berita versi cetak secara lengkap.